Les Miserables, Opera at The Cinema

Les Miserable Les Miserables ini merupakan adaptasi dari novel lawas Prancis yang berjudul sama karangan Victor Hugo yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1962, dan pada saat itu novel ini digadang-gadang sebagai novel terbaik pada masanya. Novel dan film ini mengisahkan tentang kisah pencuri roti yang bernama Jean Valjean (Hugh Jackman) yang bebas setelah menjalani masa tahanannya dan siksaanya selama ditahan. Namun siksaan itu tidak berakhir begitu saja, selama kebebasannya dia diwajibkan untuk wajib lapor dikarenakan dia dicap sebagai penjahat yang amat sangat berbahaya. Sebagai penjahat yang amat sangat berbahaya (lebai abis padahal kan ceritanya dia cuman nyuri roti buat keluarganya yang kelaparan) dia tidak diterima dimanapun. Hingga suatu ketika dia bertemu dengan seorang pendeta yang menerimanya dengan baik, memperlakukan seperti orang biasa bukan sebagai penjahat Jean Valjean. Pertemuan itulah yang membuat Jean Valjean berubah, dan menyadari bahwa akan ada rencana yang besar dibalik penderitaannya ini, dan dia memutuskan untuk membuang jauh-jauh ingatan tentang dirinya dan mengganti dirinya. Delapan tahun kemudian, Jean Valjean dinyatakan hilang dikarenakan tidak melakukan wajib lapor. Mendengar hal itu Javert (Russel Crowe), polisi yang bertanggung jawab terhadap Jean saat di tahanan berusaha mengejarnya.

Delapan tahun berlalu, terdapat seorang Walikota yang sangat baik dan rela membantu rakyatnya sehingga menjadikan kota tersebut berkembang. Walikota tersebut memiliki usaha tekstil yang mempekerjakan wanita dewasa, dan salah satunya bernama Fantine (Anne Hathaway). Awalnya tidak ada yang salah dengan Fantine, namun karyawan yang lain merasa iri dengan Fantine yang sering digoda sang mandor. Sehingga tersebar isu jelek tentang kehidupan Fantine yang memiliki anak haram yang nantinya akan berakibat buruk untuk pabrik tekstil tersebut. Fantine mengakui dia memiliki anak perempuan bernama cosette yang ia titipkan ke keluarga Thenardier pemilik penginapan dan dia memohon untuk tidak dipecat karena gaji yang dia dapat untuk membayar keluarga Thenardier. Namun sang mandor tidak memperdulikan permohonan tersebut dan memecatnya.

Kehidupan Fantine pun semakin hancur, dia butuh uang tapi dia tidak memiliki pekerjaan. Lalu di pergi ke dermaga untuk menjual cicinnya, namun disana kehidupan pahitnya berlanjut. Demi uang dia menjual rambut dan giginya, dan kemudian dia menjual harga dirinya. Lalu pada suatu ketika sang mandor tempat dia bekerja dulu datang dan mengakibatkan keributan yang diketahui polisi Javert dan Pak Walikota. Peristiwa inilah yang mempertemukan Fantine dengan Pak Walikota yang baik hati yang nantinya akan merawat Cosette, Javert yang curiga dengan identitas asli Pak Walikota, Keluarga Thenardier yang licik, Perjuangan pemberontakan Prancis yang dipimpin para pemuda jaman itu. Semua digabungkan menjadi suatu film yang bagus dengan balutan seni pertunjukan Opera. Film yang sangat direkomendasikan untuk ditonton, banyak sekali emosi yang dibangun di film ini. Tapi ingat film ini dibalut dengan seni pertunjukan opera, jadi kalau bagi para movie mania yang tidak suka dengan opera saya tidak merekomendasikan film ini. Tapi kalau penasaran ya silahkan ditonton🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s