Dia

Tinggalkan Komentar

Bagaikan petir di siang hari
Bagaikan badai di cerahnya pagi
Begitulah yang ku rasakan
Kabar ini menyesakkan dadaku
Jantungkupun terasa berhenti berdetak

Apa yang harus kulakukan?
Haruskah aku berteriak?
Menangisi dirinya yang telah terbujur kaku

Dia yang selalu ku puja
Dia yang selalu ku rindu
Kini telah tiada
Meninggalkan diriku untuk selamanya…..

Dengan hiasan bunga kamboja
Dia terlelap dalam balutan benang putih
Dengan diiringi orkestra kematian
Dia pergi untuk selamanya……..

Harapan Sang Pecundang

3 Komentar

Sebenarnya, tlah lama ku sadari
Bahwa diriku merupakan pecundang yang sangat tolol
Namun, ketika hal itu mulai memudar
Aku selalu gagal!
Karena aku slalu melakukan ketololan yang sama
Dan kini, aku berada di situasi itu sekali lagi
Apakah aku akan melakukan hal-hal tolol lagu,
Ataukah keberahasilan yang slama ini ku damba?
Ku harap hasi akhirnya akan sangat mengesankan!
Entah mengesankan sebagai pemenang
Atau sebagai pecundang…………..

kalimat terakhir

Tinggalkan Komentar

gelap…….

gelap…….

dimana aku sekarang berada?

kegelapan ini menyelimuti seluruh jiwaku

aku ingin…….

ingin……

keluar dari kegelapan ini

aku terus melangkah

mencari seberkas cahaya

yang mungkin bisa menolongku

agar aku bisa pulang

namun, apalah arti cahaya di kegalapan yang pekat ini

aku mulai merasakan……..

rasa putus asa yang begitu mendalam

serasa malaikat maut sedang menanti ajal disampingku

aku mulai merintih, menangis, menjerit…….

tapi itu semua percuma

takkan ada sesuatu ataupun seseorang yang bisa menolongku

aku mulai sadar….

apa arti hidup ini

sekali kau melangkah ke dalam kegelapan

maka akan sulit kau untuk keluar dari kegelapan itu

tapi satu hal yang mungkin

tekad…..

jika kau punya tekad untuk lepas

maka kau akan lepas dari kegelapan itu

tapi tidak untuk diriku

aku sudah pasrah

aku sudah muak dengan kehidupanku

aku tak sanggup lagu tuk bertahan

maka seketika itu juga

aku mengucapkan kata terakhirku

“terima kasih untuk semuanya”……………………………………….

puisi ini aku persembahkan buat semua temen-temenku n semua orang yang lagi menghadapi masalah kehidupan.

Puisi 1

3 Komentar

Meskipun malam ini
kesendirian ada didekatku
menyelimutiku setiap waktu
bagaikan bayang hitam pekat

apakah ini rasanya sendiri?
aku tak tahu
aku harus bagaimana?
apa yang harus kulakukan?

Teman aku tak punya
apalagi pacar
siapakah yang dapat mengeluarkan aku?
dari…..keadaan ini