Jika “batik” merupakan seni budaya tradisional Indonesia yang dikerjakan dalam proyek kriya tradisional secara turun-temurun, maka “fraktal” adalah sebuah bentuk karya yang muncul dari perkembangan lanjut geometri kontemporer. Keduanya berbicara tentang bentuk dan upaya “pengisian ruang yang kosong” dalam bidang dua dimensi yang diciptakan secara generatif dan iteratif. Generatif karena ia dapat dikonstruksi ulang dengan teknik yang sama, dan Iteratif karena cara mengkonstruksinya dilakukan dalam pola pseudo-algoritmik yang mirip secara berulang.

Itulah kata-kata yang saya ambil dari profil “Batik Fractal” yang ada di facebook. Batik Fractal atau lebih dikenal dalam software JBatik ini merupakan sebuah inovasi teknologi yang memanfaatkan motif batik menggunakan persamaan dalam matematika. Muhamad Lukman, Nancy Margried, dan Yun Hariadi-lah pencetus Batik Fractal ini. Mereka menyebut mereka “Pixel People Project”. Dengan bantuan sebuah software yang mengaplikasikan ilmu fractal dalam matematika, kita bisa mendesain berbagai macam motif batik.


Hal pertama yang diperhatikan dalam membuatnya adalah mengukur DNA batik menggunakan alat yang disebut Dimensi Fractal. Kemudian motif batik ditransformasikan ke dalam bentuk matemaika fractal dalam bahasa L System. Rumus matematika yang dihasilkan berupa parameter yang berfungsi dalam pembuatan motif-motif baru dalam dunia batik alisa kontemporer. Para creator JBatik ini sadar bahwasanya motif batik yang ada di Indonesia sangat beragam dan itulah yang menjadi daya tarik sebuah desain batik Indonesia.

Ide JBatik ini sudah mengumpulkan banyak sekali award baik dari dalam negeri maupun luar negeri. 100 Best Innovations of Indonesia 2008, Indonesia ICT Award 2008, UNESCO Award of Excellence 2008, Asia Pacific ICT Award 2009, International Footwear Design Competition 2010, British Council International Young Creative Entrepreneur 2010, Top 10 Finalists British Council Community Entrepreneur Challenge 2010. Dalam kedepannya, Nancy dkk akan mengembangkan berbagai motif batik ke dalam rumus matematika ibarat DNA.

Dengan bantuan teknologi, metode batik fractal tak hanya mewariskan seni dan fisik batik, melainkan ibarat mewariskan “ruh” batik itu sendiri.