Bagaikan petir di siang hari
Bagaikan badai di cerahnya pagi
Begitulah yang ku rasakan
Kabar ini menyesakkan dadaku
Jantungkupun terasa berhenti berdetak
Apa yang harus kulakukan?
Haruskah aku berteriak?
Menangisi dirinya yang telah terbujur kaku
Dia yang selalu ku puja
Dia yang selalu ku rindu
Kini telah tiada
Meninggalkan diriku untuk selamanya…..
Dengan hiasan bunga kamboja
Dia terlelap dalam balutan benang putih
Dengan diiringi orkestra kematian
Dia pergi untuk selamanya……..


No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini